Wednesday, 19 December 2018

KKR Aceh

Kkr Aceh Akan Menggelar Rapat Dengar Kesaksian Korban 2018

  • Bisma Yadhi Putra
  • Berita
  • Dipublikasi Selasa, 27 November 2018 | 15:42 WIB

KKR Aceh Akan Menggelar "Rapat Dengar Kesaksian Korban 2018"

        Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh memiliki banyak agenda di tahun 2018. Namun keseluruhan agenda yang ada bermuara pada satu tujuan: melancarkan proses pengungkapan kebenaran atas pelbagai peristiwa-peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masa lalu di Aceh. Salah satu agenda relevan tersebut adalah dengan penyelenggaraan “Rapat Dengar Kesaksian Korban Pelanggaran HAM di Aceh (DK 2018)”.

          DK adalah sebuah pegelaran yang akan menghadirkan sejumlah korban pelanggaran HAM di Aceh untuk menceritakan peristiwa yang pernah dialaminya, serta harapan-harapan korban atas perbaikan hidup perdamaian yang berkeadilan. Selain itu pemberi kesaksian akan menceritakan dampak dari peristiwa pelanggaran HAM pada dirinya, baik dampak fisik, mental, sosial, ekonomi, nama baik, dan lain sebagainya.

          Para pemberi kesaksian yang dihadirkan berjumlah 14 orang, yang berasal dari lima wilayah: Aceh Besar (2 orang) , Pidie (3 orang), Aceh Utara (3 orang), Aceh Selatan (3 orang), dan Bener Meriah (3 orang). Mereka akan bersaksi di hadapan para Komisioner KKR Aceh dan disaksikan oleh para tamu undangan.

          RDK akan menjadi agenda rutin tahunan KKRA. Tahun ini adalah penyelenggaraan yang pertama. Sekaligus pula, RDK 2018 akan menjadi dengar kesaksian korban pertama di Indonesia yang diselenggarakan oleh lembaga negara.

          Apa tujuan penyelenggaraan RDK 2018? Acara ini diselenggarakan dengan beberapa tujuan. Pertama, untuk mendidik publik agar mengetahui kebenaran tentang faktor penyebab terjadinya dugaan pelanggaran HAM di masa konflik, termasuk pola dan dampak dari pelanggaran HAM yang dilakukan tersebut. Kedua, Untuk memfasilitasi pemulihan sosial dan rehabilitasi bagi saksi/ korban dugaan pelanggaran HAM yang telah memberikan kesaksiannya. Ketiga, agar korban mendapatkan pengakuan publik atas dugaan peristiwa pelanggaran HAM yang dialaminya.

          Sebelum pelaksanaan, KKRA intens menyosialisasikan DK 2018 ke banyak tempat, seperti perguruan tinggi, sekolah-sekolah menengah di Banda Aceh, awak media, para pemangku kepentingan, pembuat kebijakan, budayawan, agamawan, aparat keamanan, dan seterusnya.

          RDK 2018 akan diselenggarakan selama dua hari berturut-turut, yakni pada tanggal 28-29 November 2018, bertempat di Gedung Anjong Mon Mata, Kota Banda Aceh yang diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat perdamaian yang berkeadilan bagi korban.

- Komisioner KKR Aceh –

 Kontak: Bisma Yadhi Putra (085260775049 – bisma.ypolitik@gmail.com)

Berita Terkait

Rekrutmen Petugas Pengambil Pernyataan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh

27 Nov 2018

Rekrutmen Petugas Pengambil Pernyataan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh

Bisma Yadhi Putra | Berita

Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh telah melakukan pengambilan pernyataan dari korban konflik di Aceh sejak Desember 2017. Namun pada tahap awal ini kegiatan pengambilan pernyataan baru...

Wali Nanggroe mengingatkan agar KKR dapat bekerja secara imparsial dan profesional.

27 Nov 2018

Wali Nanggroe mengingatkan agar KKR dapat bekerja secara imparsial dan profesional.

Admin | Berita

Wali Nanggroe menerima kunjungan Komisioner KKR Aceh di Meuligoe Wali Nanggroe, Senin (16/7) lalu. Pada kesempatan itu, Paduka Yang Mulia Pemangku Wali Nanggroe Malek Mahmud Al-Haytar menyampaikan...


Komentar (0)


Kirim komentar

Komentar anda berhasl dikirim!

Pencarian

Populer

Terbaru

Tag